Pages

Tampilkan postingan dengan label ANTARIKSA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ANTARIKSA. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 05 Desember 2009

Tanah mars mengandung 4 mineral berbeda





Pembesaran partikel dari sampel tanah Mars menunjukkan jenis material berbeda-beda.

Untuk pertama kalinya para peneliti berhasil melihat dari dekat sampel tanah Mars dari rekaman mikroskop yang dibawa wahana Phoenix Mars Lander. Hasil pengamatan awal menunjukkan setidaknya terdapat empat jenis mineral berbeda yang menyusun tanah planet merah tersebut.


“Saya sungguh gembira dapat melihat tanah Mars dengan resolusi yang belum pernah terlihat sebelumnya,” ujar Tom Pike, salah satu peneliti dari Imperial College London. Pike adalah salah satu peneliti yang menganalisis hasil rekaman salah satu instrumen utama Phoenis bernama MECA (Microscopy Electrochemistry and Conductivity Analyzer).


Sampel yang terjebak dalam gel silikon terdiri dari lebih dari 1000 partikel berbeda yang masing-masing berdiameter kurang dari sepersepuluh tebal rambut manusia. Partikel-partikel tersebut terbagi dalam empat kelompok, partikel besar, partikel hitam, partikel kaca, dan partikel kecil berwarna merah.


Debu Mars

Sebagian dari partikel-partikel tersebut mirip dengan partikel-partikel debu dari atmosfer Mars yang sempat ditangkap instrumen beberapa hari sebelumnya. Debu yang ada di atmosfer Mars dekat lokasi pendaratan wahana relatif sama komposisinya dari waktu ke waktu.



“Kami belum melihat gumpalan debu di sekitar lokasi pendaratan sampai sekarang. Hal tersebut tidak terlalu mengejutkan karena kami mendaratkannya saat aktivitas debu minimum. Namun kami berharap melihat partikel debu berukuran besar di akhir misi,” ujar Nilton Renno, peneliti lain dari Universitas Michigan.


Mengapa begitu pentingya penting debu untuk diteliti? Dengan mempelajari debu Mars, para peneliti juga berharap dapat mempelajari dinamika debu atmosfer di Bumi tertutama peranannya dalam mempengaruhi perubahan iklim global.


Kandungan tanah Mars juga sedang dianalisis menggunakan instrumen lainnya bernama TEGA (Thermal Evolved Gas Analyzer). Dalam instrumen tersebut, tanah Mars dipanggang untuk mencari kemungkinan ditemukannya kandungan air atau molekul-molekul yang mendukung kehidupan.


Phoenix merupakan wahana kedua yang membawa instrumen langsung untuk melakukan analisis di Mars setelah Viking 1 dan 2 yang dikirim tahun 1976. Namun, Phoenix membawa instrumen lebih lengkap dan lebih canggih seperti mikroskop, pendeteksi es/air, dan pengukur cuaca.



10 Planet Terunik di Angkasa Raya !!!


1. Sang Kuda Api



Planet 51 Pegasi b adalah exoplanet pertama yang ditemukan para pemburu planet pada 1990. Planet mirip Jupiter, namun bertemperatur panas ini diberi julukan Bellerphon, pahlawan mitos Yunani yang menjinakkan kuda bersayap Pegasus. Pemberian julukan tersebut berdasarkan gugus bintang Pegasus, lokasi planet itu.


2. Tetangga Terdekat Bumi





Berjarak hanya 10,5 tahun cahaya, Epsilon Eridani b adalah exoplanet terdekat dengan bumi. Planet tersebut mengorbit jauh dari bintangnya sehingga air atau kehidupan mustahil ada.



3. Planet Tanpa Bintang




Terdapat sejumlah exoplanet yang memiliki bintang atau matahari lebih dari satu, bahkan hingga memiliki tiga matahari. Lain halnya dengan Planemos. Planet tersebut hanya "mengambang" begitu saja tanpa mengitari bintang apa pun.

4. Si Gesit




Planet SWEEPS-10 hanya berjarak 740.000 mil dari bintangnya. Saking dekatnya, planet yang disebut ultra-short-period planets (USPPs) itu hanya membutuhkan waktu kurang dari satu hari untuk mengorbit. Satu tahun di sana sama dengan sepuluh jam di bumi.

5. Dunia Api dan Es




Planet ini "terkunci" pada bintangnya, sama seperti bulan yang selalu menjadi satelit bumi. Jadi, satu sisi dari planet Upsilon Andromeda b selalu menghadap ke sana. Posisi ini menciptakan temperatur paling tinggi yang sejauh ini diketahui para astronom. Satu sisi planet sangat panas bagai lahar, sedangkan sisi lainnya bertemperatur sangat dingin.

6. Cincin Raksasa




Planet yang mengorbit pada bintang Coku Tau 4 ini adalah exoplanet termuda yang berumur kurang dari satu juta tahun. Para astronom mendeteksi keberadaan planet ini dari lubang besar dari cincin planet tersebut. Lubang tersebut berukuran sepuluh kali lebih besar dari bumi.

7. Si Tua Bangka




Planet tertua yang juga disebut primeval world ini berumur kurang lebih 12,7 miliar tahun. Para ilmuwan menduga planet tersebut terbentuk delapan miliar tahun silam sebelum bumi terwujud dan hanya berselisih dua miliar tahun dari kejadian Big Bang. Penemuan ini menimbulkan wacana bahwa kehidupan mungkin terjadi lebih awal dari yang diduga selama ini.

8. Planet yang Menyusut




Serupa dengan SWEEPS-10, planet HD209458b mengorbit sangat dekat dengan bintangnya sehingga atmosfer planet tersebut tersapu oleh angin stellar. Sejumlah ilmuwan mengestimasi planet tersebut kehilangan sepuluh ribu ton material setiap detiknya. Pada akhirnya, mungkin hanya inti dari planet itu yang akan tersisa.

9. Si Atmosfir Tebal




Planet HD 189733b adalah planet pertama yang atmosfernya "tercium" oleh para ilmuwan. Dengan menganalisis cahaya dari sistem bintang planet itu, astronom mengatakan atmosfir planet tersebut tertutup oleh semacam kabut tebal serupa dengan butiran pasir. Sayangnya, air tidak terdeteksi di planet tersebut. Namun, pemburu planet menduga ada kehidupan di balik kabut tebal itu.

10. Kembaran Bumi?


http://phasezero.ca/img/space/gliese581c.jpg


Gliese 581 C adalah exoplanet yang saat ini banyak menarik perhatian para ilmuwan di seluruh dunia. Pasalnya, planet terkecil di luar sistem tata surya ini berada di "zona aman". Artinya, planet ini terletak tidak terlalu jauh maupun terlalu dekat dengan bintangnya, sama seperti posisi bumi kita dengan matahari. Penemuan ini menaikkan probabilitas terdapat air atau bahkan kehidupan di sana. Planet ini 50 persen lebih besar dan lima kali lebih masif dar
i bumi.

Sabtu, 14 November 2009

ASTEROID

Asteroid 2008 AZ28 Ditemukan Oleh Siswa SMA

Apa untungnya menjadi astronom amatir? Bagaimana seandainya kamu menemukan sebuah benda langit baru? Bagaimana rasanya jika kamu menjadi orang yang berhak menamakan sebuah benda langit? Mungkin itu pertanyaan yang seringkali muncul dalam pikiran para pencinta langit, atau bahkan di kalangan orang awam.
Menjadi astronom amatir bukan berarti hanya sekedar memuaskan hobi mengamat langit. Seorang astronom amatir pun seringkali bisa memberi kontribusi bagi dunia astronomi profesional. Contoh menarik bagaimana astronom amatir bisa memberikan penemuan penting adalah 3 siswa SMA di Wisconsins yang berhasil menemukan sebuah asteroid. Penemuan ini terjadi saat mereka melakukan observasi untuk tugas astronomi di kelasnya. Ketiganya adalah Connor Leipold, Tim Patika, dan Kylie Simpson dari The Prairie School. Hasil penemuan mereka telah diverifikasi oleh Minor Planet Center di Cambridge sebagai asteroid.
Saat ini, asteroid tersebut diidentifikasikan dengan kode 2008 AZ28, dan ketiga penemunya akan mendapatkan kesempatan untuk menamai asteroid tersebut. Pengamatan asteroid ini dilakukan menggunakan teleskop yang berlokasi di New Mexico yang dioperasikan via internet, dan disponsori oleh Calvin College di Grand Rapids, Michigan. Teleskop ini akan mengambil gambar digital setiap 1 jam selama 4 jam setiap malam, dan para siswa akan mengamati foto-foto yang diambil, bagaikan sedang menikmati film dalam gerak lambat. Dari sini, mereka akan mencari dan mengamati setiap perubahan yang terjadi.
Menurut Vanden Heuvel, guru sains ketiga siswa tersebut, diperkirakan 2008 AZ28 memiliki periode orbit 5 tahun dalam mengelilingi matahari.
Penemuan asteroid oleh siswa SMA ini memang bukan untuk pertama kalinya, karena pada tahun 1998 sebuah grup siswa SMA juga berhasil menemukan asteroid di Sabuk Kuiper menggunakan National Science Foundation’s (NSF) 4-meter Blanco Telescope di Chile. Program tersebut merupakan bagian dari National Science Foundations’s Hands-On Universe Project.
Nah bagaimana dengan siswa SMA dan astronom amatir di Indonesia? Akankah ada yang berhasil menemukan sesuatu, atau setidaknya melakukan terobosan dalam dunia astronomi?


Possibly related posts: (automatically generated)

PLANET NIBIRU

Alipius Edi

Pliisss Klik
Jumat, 27 Februari 2009
Nibiru, Dari Fiksi Menjadi Fakta Mengejutkan
By fransamba

Selayang Pandang Tentang Nibiru

Planet baru yang banyak diperbincangkan di dunia maya dan beberapa buku (banyak yg telah dibredel) akhirnya benar benar ada!

TIM ilmuwan Kobe University, Jepang,menemukan sebuah planet baru yang mengorbit di sisi paling luar sistem tata surya tempat Bumi berada.
(Ilmuwan Jepang Menemukan Planet Baru- Okezone.com; Minggu, 9 Maret 2008, 9:33 WIB)

Orbit Planet X (Nibiru) yg berbentuk elips

Telah banyak saintis sebelumnya memprediksi akan keberadaan planet dan bencana yg diakibatkan dari planet ini. Periode planet ini berpapasan dg bumi selama 3600 th sekali (tepatnya 3661 th). Dan selama setiap periode itu tercatat akibat grafitasi pd planet ini bencana2 besar terjadi dibumi bahkan memusnahkan peradaban2 besar.

Tercatat tahun 1650 SM terjadi keruntuhan2 peradaban2 besar secara bersamaan dibarengi munculnya peradaban baru dg tiba2 pula!

* Jatuhnya Kerajaan Pertengahan Mesir kuno,
* terjadi zaman kegelapan Mesopotamia,
* munculnya kerjaan Hittie tiba2 di Anatolia,
* runtuhnya Harrapan di India,
* runtuhnya peradaban Minoan,
* munculnya tiba2 peradaban Olmec,
* runtuhnya dinasti Xia di Cina

.. semua terjadi pada 1650 SM.

Periode masih terus berjalan, mundur ke masa sebelumnya tercatat:

* Sekitar 3150 SM - terjadinya air bah (setelah bencana ini sejarah peradaban2 kuno dimulai)
* Sekitar 5310 SM - Efek pendinginan iklim tiba2 pada periode Holocene
* Sekitar 8900 SM - Pemanasan global dan pencairan kutub yg cepat dan tiba2 pada masa interglacial period
* Sekitar 12.600 SM - Pergeseran kutub bumi atau polar shift.. efeknya mengerkan dilihat dari fosil mamoth yg membeku tiba2 dengan makanan masih ada diperut belum terproses yg juga terawetkan

Semua sekitar 3661 th sekali…!

Diperkirakan masa kedatangan lagi planet ini pada tahun 2012

Kedatangan planet ini tepat tahun dimana penanggalan paling akurat di dunia kalender Tzolkin bangsa Maya juga berakhir yaitu tahun 2012, tepatnya 21 desember 2012.

Diketahui kalender bangsa Maya selain menggunakan hitungan bulan dan matahari mereka juga mempergunakan perhitungan planet Venus dalam pengkalenderan hari. Perhitungan tersebut mengakibatkan keakuratan kalender bangsa Maya pada masa lalu melebihi keakuratan kalender masa kini (Masehi dan Hijriyah). Diyakini oleh banyak ahli bangsa Maya mempunyai pengetahuan astronomi setidaknya sama atau bahkan lebih dari masa manusia saat ini. Berbeda dengan kalender saat ini kalender Tzolkin memilliki awal dan akhir.

Nibiru di Masa Sekarang

Informasi yang akan diberikan ini adalah tentang “Nibiru”, dan dibuktikan sebagai fakta menggunakan fakta astronomis dan ilmu pengetahuan sebagai bukti yang mencengangkan.. dan yang akan saya berikan adalah bukti2 tentang keberadaan “nibiru” kesemuanya

NASA menngemukakan kemungkinan adanya planet extra-solar (diluar sistem tata surya) pada tahun 1982. setahun setelah itu tahun 1983, NASA meluncurkan IRAS (Infrared Astronomical Satellite), yang
Nibiru in the sky.
NASA menngemukakan kemungkinan adanya planet extra-solar (diluar sistem tata surya) pada tahun 1982. setahun setelah itu tahun 1983, NASA meluncurkan IRAS (Infrared Astronomical Satellite), yang
Nibiru in the sky
Nibiru in the sky

melokasikan/melihat objek yang sangat besar.koran “Washington Post” mencatat hasil wawancara dengan ilmuwan JPL IRAS.

” sebuah planet yang sangat besar kira-kira sebesar planet raksasa jupiter dan kemungkinan sangat dekat dengan bumi yang nantinya akan menjadi bagian dari sistem tata surya kita telah ditemukan dalam dalam konstelasi Orion. “

Gerry Neugebauer, pemimpin dari ilmuwan IRAS mengatakan “semua yang aku bisa katakan adalah kami tidak tahu benda apa ini”.

Semua pemerintahan tahu tentang hal ini, tapi masih

ragu untuk melakukan tindakan penanganan untuk bertahan hidup saat Planet x ( Nibiru ) melintas dekat bumi.

Mereka tahu merek tidak bisa menyelamatkan semua orang, hanya siapa saja yang patut untuk diselamatkan saja yang akan dipertimbangkan. ya, mereka punya rencana. tp apa kamu punya? ato kamu pergi di kesunyian malam karena kamu tertinggal?

ada beberapa hal sederhana yang bisa kita gunakan untuk melalui tahun-tahun mengerikan yang akan terjadi besok. disamping dari apa yang disampaikan oleh peramal dan beberapa tukang isu katakan. leluhur-leluhur kita pernah melalui bencana yang sama, dan kita pun juga.

Apa sih Nibiru?

pertama, Nibiru adalah salah satu dari beberapa planet yang mengorbit bintang hitam ( brown dwarf ). bintang hitam ini mempunyai beberapa planet utama, yang ke-6 adalah planet dengan ukuran bumi yang kita sebut “homeworld”, dan yang ke-7 adalah planet atau object yang kita sebut “Nibiru”.

“homeworld” adalah planet yang menjadi tumpuan mitologi yang mana homeworld dipercayai sebagai tempat “Annunaki” tuhan dari segala tuhan tinggal.

sedangkan “Nibiru” adalah secara keseluruhan tidak bisa dihuni, dan sangat berbahaya.

saat bintang hitam berada di posisi perihelion(jarak terdekat dari matahari) sekutar 60AU sampai 70AU,

orbit nibiru, yang dalam 60Au dari induknya, mempunyai orbit yang cukup jauh untuk memotong orbit tata surya kita, sering disebut dengan orbit jupiter, tapi info ini masih simpang siur.

orbit nibiru adalah 30 derajat menuju sistem tata surya kita ( eliptic) seperi pluto. dan akhirnya Nibiru memotong orbit tata surya kita, dan seringkali dalam pemotongan ini, planet-planet yang lain mengalami efek-efek buruk seperti pemindahan orbit planet.

pemotongan orbit oleh nibiru sebenarnya hanya mempengaruhi bumi dalam jangka waktu pendek, memakan hanya beberapa minggu atau bulan yang akhirnya akan hilang dari pandangan. nibiru terlihat berwarna merah dengan ekor dipenuhi material-material astronomi, dan ada beberapa bulan yang mengelilingi nibiru.

Nibiru atau bulan-bulannya bertanggung jawab dari hancurnya “maldek” ato sekarang adalah sabuk asteroid. Nibiru juga menyebabkan cekungan-cekungan di bulan-bulan yang ada di beberapa planet dalam sistem tata surya, seperti yang mereka perbuat dengan planet-planet di dekatnya.

Nibiru sering disebut sebagai ” yang bersayap ” atau ” yang bertanduk ” pada zaman dulu oleh manusia.

Fakta :

saat nibiru mencapai di dalam sistem tata surya kta, nibiru akan mempercepat kecepatan terbit matahari dan tenggelam matahari.

NASA sekarang sedang meneliti Nibiru dengan S.P.T south pole telescope di daerah kutub selatan.

Nibiru akan terlihat pertama kali oleh manusia kemungkinan pada tanggal 15 mei 2009 sebagai sebuah objek berwarna merah. dan akan semakin ke atas dari bawah orbit bumi. maksudnya sampai tahun 2009, cara melihat nibiru adalah pergi ke daerah paling selatan dari daerah-daerah selatan di bumi.

foto ini di”jepret” oleh orang biasa, ini menunjukkan bahwa nibiru terlihat sekarang hanya di tempat paling selatan di bumi, sekali lagi foto ini “asli”

tahun 2011,nibiru akan terlihat oleh semua orang. tgl 21 Desember 2012, nibiru akan semakin terlihat sebagai bintang merah yan terang dan akan terlihat sebagai matahari ke-2 yang ukurannya sekitar bulan. gempa bumi dan iklim dan cuaca yang sangat buruk akan menimpa.

yang paling buruk akan terjadi sekitar tgl 14 Feb 2013, Bumi bergerak diantara nibiru dan matahari, pergantian kutub dan visual bumi,gempa bumi yang sangat besar,dan mega tsunami menimpa bumi.(ilustrasi seperti yang terlihat di film deep impact)

lalu pada tanggal 1 juli 2014, nibiru tidak akan memberikan efek lagi ke bumi dan bergerak menjauh dari sistem tata surya, NASA tahu tentang nibiru, dan tidak akan membuat orang panik dengan memberitahu peristiwa ini ke umum.

Orang dalam NASA, DOD, SETI dan CIA berspekulasi 2/3 populasi bumi akan musnah saat bencana ini terjadi.

2/3 dari yang lain yang telah selamat dari bencana. kemungkinan akan mati karena kelaparan dan iklim yang ekstrim dalam 6 bulan

Semua dari agen rahasia negara, di Amerika sangat waspada dengan bencana ini, Vatican sangat mewaspadainya juga. namun khalayak umum tidak diberi peringatan sama sekali dan tidak diberi kesempatan untuk mempersiapkan diri

kebocoran informasi dari orang dalam, peneliti dan orang vatican yang tambah memanasi tak akan mungkin terbendung. yang karenanya akan berefek ke krisis pasar financial karena bencana ini.

Penanggalan Bangsa Maya
Penanggalan Bangsa Maya

Kalender Tzolkin bangsa Maya
Bangsa Maya menggabungkan perhitungan Matahari, Bulan dan satu planet yaitu Venus, butuh pengetahuan astronomi tinggi utk menggabungkan venus dalam perhitungan penanggalan mereka! Mereka mengenal konsep long count (penanggalan jauh) yg membagi zaman menjadi lima siklus (1 siklus = 5.125,36 tahun) dan masa kita adalah zaman ke lima (siklus terakhir).
Pandangan Saya
Mungkin terlalu berlebihan jika bumi sebagai planet kita yang memiliki gravitasi yang cukup besar akan sebegitu mudahnya untuk tertabrak oleh Nibiru. Coba kita beranggapan gaya tarik bumi itu terjadi karna sebuah magnet raksasa yang ada di bola bumi kita dan Nibirupun demikian. Anggapan sajalah jika kedua bola planet itu saling menarik, dengan gaya gravitasi yang arahnya sama yaitu tarik menarik kita beri kode kedua planet itu kutub U. Jika bumi dan Nibiru memiliki kutub yang sama berarti keduanya seharusnya tolak menolak seperti hukum magnet yang akan menolak bila magnet yang sejenis dihadapkan. Kenapa saya sebut sejenis? Karna bumi memiliki gaya tarik ke dalam dan semua planet pasti demikian. Sehingga harap cemas kita akan tubrukan itu tidak mudah terjadi. Kemungkinan tabrakan cukup mustahil jika terjadi.
Selanjutnya untuk masalah perubahan Iklim. Saya dengar perubahan iklim yang terjadi karna pertemuan Nibiru dan Bumi menyebabkan pergeseran kutub bumi secara visual dan sedikit keluar dari orbit sebelumnya. Kita tidak tahu, apakah orbitnya itu akan mendekati matahari atau semakin menjauh dari matahari. Namun, kalau melihat kembali ke gambar pertama, orbit nibiru berada di dalam orbit bumi dan kemungkinan akan menggeser bumi menjauh dari matahari. Bisa jadi bumi akan mengalami pendinginan drastis. Yang menyebabkan pergeseran iklim ke dalam, yang dingin akan semakin dingin. Iklim panas akan menjadi semakin sejuk.. Bisa jadi gurunpun bisa menjadi padang es. Dan zaman es nampaknya bakal dimulai kembali.
Untuk hal Mega Tsunami saya rasa kemungkinan akan terjadi lagi. Karena daya tarik Nibiru yang mungkin beratus kali lebih besar dari daya tarik Bulan yang membuat pasang surut air laut. Tapi kalo tsunami mungkin bukan jikalau diperkirakan tidak ada benda langit yang jatuh ke bumi, dan cerita Nabi Nuh di masa lampau mungkin lebih bisa dijadikan gambaran keadaan tersebut nanti. Jikalau terjadipun, jika terjadi patahan lempengan tektonik dasar laut akibat gempa bumi, kemungkinan Mega Tsunami pasti ada. Kita berdoa saja semoga itu tidak terjadi, kalaupun terjadi kita harus bersiap-siap menghadapinya.
Karena terjadi bencana besar-besaran, suply makanan dan pertanian akan terganggu. Kemungkinan besar juga akan terjadi kelaparan panjang selama waktu 6 bulan sampai 1 tahun. Inilah hal yang ditakutkan. Meskipun kita selamat dari bencana itu, apakah kemungkinan bertahan karna kelaparan itu ada?? Semoga sudah ada yang mempersiapkan bibit tanaman pangan sejak sekarang.
Planet X, Planet Nibiru dan Zaman Es

Fakta planet X: Massa planet X begitu besar, dengan kutub magnetis yang memiliki kadar plasma tinggi dan pancaran energi yang begitu DAHSYAT, pasti mengakibatkan kerusakan besar pada planet yang di lewatinya.
Biasanya beberapa tahun sebelum kedatangan planet X, gelombang elektromagnetik Planet X mengakibatkan perubahan2 besar pada planet yang akan dilewatinya. Ini bisa dilihat pada perubahan iklim dahsyat yang melanda planet Bumi.
Aktivitas gempa dan vulkanis mengalami perubahan 3 hingga 4 dekade sebelum kedatangan planet X. Sejak tahun 1996, perubahan cuaca di bumi mencatat rekor tertinggi. Berbagai bencana alam, mulai dari gempa, aktivitas vulkanik dan perubahan elektromagnetis begitu tajam peningkatannya, namun datanya selalu “diperhalus” untuk masyarakat luas.
Zaman Es
Ingatkah pelajarn di sekolah mengenai zaman es?? Kisah ini merupakan petunjuk bahwa Planet Bumi senantiasa mengalami perubahan periodic. Dan yang dimaksud bukan hanya perubahan kutub saja. Ingat fosil mammoth yang di temukan di kutub? Saat di teliti, dalam lambungnya masih ada tanaman tropis yang baru saja di makan. Ini membuktikan mammoth tersebut membeku dalam sekejap!
Istilah zaman es bukan berarti perubahan yang bertahap, tapi INSTANT.
Pernah nonton dan ingat film “The Day After Tommorow“? Kira-kira secepat itulah esnya bergerak! Dan ini terjadi setiap kali planet X mendekat.
Zaman Es akan terulang lagi??
Tolong baca artikel ini secara seksama, sekarang ini kita bukan menghadapi Global Warming atau Pemanasan Globalisasi, namun Zaman Es.
1. Kita bukanlah penyebab Global warming secara besarnya. Dalam kadar maksimal hanya 3% gas karbondioksida (CO2) yang dihasilkan umat manusia. Jumlah CO2 dalam udara saat ini menyerap hampir semua radiasi yang ada. Jadi, tak ada hubungannya antara kaitan jumlah kadar CO2 dan radiasi.
2. Peningkatan CO2 sebanyak 30% di atmosfir kita dalam 100 tahun terakhir adalah akibat kenaikan suhu laut. Dan naiknya temperature laut disebabkan meningkatnya gempa dan aktivitas vulkanik.
3. Di masa lalu, saat perubahan kutub terjadi, dibarengi juga dengan aktivitas vulkanik, gempa, zaman es, dan kepunahan. Terjadi secara serentak. Perubahan ini terjadi dalam waktu singkat. Bayangkan suhu bisa turun 20 derajat dalam semalam?!
4. Zaman Es berulang secara periodik setiap 11.500 tahun.
5. Saat ini kutub Artik merupakan kutub yang mempunyai suhu yang cukup dingin untuk mengakibatkan Zaman ES. Yang dibutuhkan hanya sedikit tambahan kelembaban saja, untuk menghasilkan lebih banyak salju. Saat ini dengan meningkatnya temperatur air laut akibat pergerakan vulkanik, kelembaban semakin meningkat di kutub Artik.

Si Merah BesarNibiru
Si Merah Besar"Nibiru"

Rabu, 11 November 2009

mikro satelit

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Aktifkan Mikrosatelit 

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi1OZ8lgLKW-KPa6e_StP4NYREaowAauPBYDR87ZqkUzTfuAddOXIe7nqHHpR30bgNEqh-iuXm5NVbtdQ-p3xrj5V1Z-Obrv_0rPv1bk8mQKFunGwi3lPEuRAyKRDwX64Zny61DsjSb0c3m/s400/KeSimpulan+Laporan+Penelitian+Molekul+Organik+di+Planet+Panas+HD+209458b+dan+HD+189733b+Mungkin+Layak+Huni.jpg
Satelit penginderaan jauh telah terbukti andal dalam memantau gejala kekeringan atau dampak yang ditimbulkan. Untuk mengantisipasi gangguan cuaca pada musim kemarau, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) akan mengaktifkan mikrosatelit Lapan A-1 atau Lapan-TUBsat untuk memantau tutupan lahan dan titik api atau kebakaran lahan.

Deputi Bidang Teknologi Dirgantara Lapan, Soewarto Hardhienata di sela-sela acara "Diseminasi Perkembangan Teknologi Roket dan Satelit di Indonesia" di Kantor Pusat Lapan, Jakarta, Rabu 29 Juli 2009, mengatakan bahwa satelit Lapan A-1, yang dirancang bangun peneliti Lapan dan TU Berlin, beredar pada orbit pola melewati wilayah Indonesia tiga kali sehari, yaitu pagi, sore, dan malam. Hasil citra terbaik adalah pagi hari sekitar pukul 9. Satelit yang mengorbit sejak 10 Januari 2007 ini akan menghasilkan citra penginderaan jauh yang optimal pada musim kemarau ketika tidak banyak tutupan awan.

Selama beredar di Indonesia kamera satelit ini dapat diarahkan ke daerah yang rawan kebakaran hutan dan lahan. Daerah sentra industri padi, sumber air baku, seperti danau dan situ, juga akan menjadi obyek observasi. Sejak dua setengah tahun, Satelit Lapan A-1 dengan resolusi 5 meter telah digunakan mengambil gambar aktivitas Gunung Merapi dan Kelud serta tumpahan minyak di Selat Malaka.

Untuk meningkatkan cakupan observasi wilayah Indonesia secara mandiri, Lapan kini tengah menyelesaikan satelit Lapan A-2. Satelit generasi kedua ini akan beredar di orbit khatulistiwa dan memiliki jangkauan lebih lebar. Satelit baru ini juga telah dilengkapi dengan sistem global positioning system (GPS). Peluncuran Satelit Lapan A-2 dan Lapan-Orari, akan ditumpangkan pada roket peluncur milik ISRO-India. Menurut rencana peluncuran dua satelit tersebut akan dilaksanakan awal tahun 2011. Rencana semula adalah tahun 2010. Lapan akan menguji komponen voice repeater dan ADRS dengan meluncurkannya pada Roket Uji Muatan di Yogyakarta, Oktober 2009.

Mantan Kepala Lapan Mandi Kartasasmita menyatakan, teknologi penginderaan jauh dengan satelit akan terus dikembangkan, terutama dalam hal standardisasi kualitas dan operasional produk citra satelit. Saat ini, selain Lapan, telah ada beberapa instansi yang dapat menantau hot spot (Kompas, Satelit Lapan A-1 Akan Pantau Kekeringan, Kamis 30 Juli 2009)